Facebook

Slot Iklan Google AdSense

Bahaya yang Mengintai di Balik Nikmatnya Rokok Elektrik atau VAPE




Vape memiliki komponen berupa baterai, cartridge yang berisi cairan, dan elemen pemanas yang berfungsi menimbulkan rasa panas / hangat dan menguapkan cairan.


Konsumsi vape tidak menimbulkan asap yang keluar, tidak seperti rokok konvesional yang menghasilkan asap dimana terdapat proses pembakaran pada tembakau dan zat-zat lain di dalamya, adapun vape akan menghasilkan uap.

Hanya saja, tetap saja terdapat efek dari hembusan uap vape di ruangan tertutup. Dimana seperti halnya rokok konvesional, vape tetap bisa memberikan dampak bagi orang lain atau lingkungan.

Vape menghasilkan uap ke udara yang berisi nikotin halus dan zat berbahaya lainnya. Sejauh ini, penelitian menemukan bahwa vape mungkin lebih aman dibandingkan rokok konvesional.



Beberapa tahun belakangan ini, rokok elektronik jenis vape menjadi tren di kalangan anak muda. Sebagian pengguna beralasan penggunaan vape membantu mereka terlepas dari rokok konvensional dan dianggap lebih aman. Namun, apakah benar penggunaan vape itu aman?

Vape Membahayakan Paru-paru

Menurut Agus Dwi Susanto, dokter sekaligus Ketua Divisi Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan dari RSUP Persahabatan, meski belum ada data yang sahih terkait risiko penyakit yang diakibatkan konsumsi vape, kandungan sejumlah bahan tertentu juga membuat pemakai vape tidak lepas dari bahaya. Hal ini disampaikan Agus dalam acara peluncuran kampanye terkait bahaya rokok berbentuk iklan layanan masyarakat oleh Kementerian Kesehatan RI. “Walaupun data secara pasti dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) ataupun penelitian di luar negeri yang saat ini menunjukkan untuk penyakit penyakit berbahaya belum banyak, tetapi dampaknya sudah mulai bermunculan,” ucap Agus, Jumat, 27 Januari 2017.

Dia menjelaskan, berbeda dari rokok konvensional, vape tidak menghasilkan asap tetapi uap. Namun, bukan berarti pengguna vape bisa merasa lega. Sebab, risiko yang ditimbulkan akibat konsumsi vape tidak bisa diangggap enteng. “Vape itu bukan asap tapi uap, jadi berbeda dan harus dibedakan. Kalau rokok itu dibakar dan menghasilkan asap. Kalau vape itu cairan yang dipanaskan dengan baterai dan menghasilkan uap. Dari sisi kandungan bahayanya sama,” katanya.

Bahaya vape ini terdapat pada penggunaan cairan, yang nantinya akan menjadi uap akibat adanya pemanasan (munculnya panas berasal dari energi baterai yang digunakan pada rokok elektrik).

Pada cairan ini setelah dilakukan penelitian, memiliki kandungan zat yang bersifat karsinogen, ini merupakan sebuah zat yang berbahaya karena dapat memicu munculnya penyakit kanker.

Adanya sifat karsinogen di dalam cairan vape tersebut, karena mengandung zat gliserol dan nikotin nitrosamine yang sudah umum diketahui.

Hal negatif lainnya muncul dari vape adalah dari proses pemanasannya. Dimana proses pemanasan cairan vape memberikan dampak buruk berupa munculnya zat formaldehida. Itu merupakan zat kimi yang dapat memicu kanker (bersifat karsinogenik).

Adapun, bahan bersifat karsinogen yang terkandung dalam cairan vape antara lain gliserol dan nikotin nitrosamine. Belum lagi, proses pemanasan cairan vape diketahui melepaskan zat kimia formaldehida yang juga merupakan zat karsinogenik. “Setiap cairan mengandung zat-zat tersebut. Menurut data-data WHO, dengan jumlah yang bervariasi, berbeda-beda, tetapi bahan karsinogen sekecil apapun punya resiko yang harus diperhatikan,” katanya.


Bagaimana Dengan Perokok Pasif Vape?

Celakanya lagi, pihak yang mungkin terjangkit penyakit akibat konsumsi vape bukan hanya penggunanya. Sama seperti rokok konvensional, perokok vape pasif atau yang terpapar dan menghirup uap dari vape juga berisiko terkena penyakit ganggguan pernafasan meskipun tidak mengkonsumsi secara langsung. “Menurut laporan WHO, perokok pasif untuk vaping itu dampaknya sama. Perokok pasif berisiko karena uap yang terhisap pun bisa memasukkan bahan berbahaya seperti nikotin radikal bebas maupun karsinogen,” ujarnya.

Labels: BERITA, TIPS

Anda baru saja membaca artikel Bahaya yang Mengintai di Balik Nikmatnya Rokok Elektrik atau VAPE. Silakan share artikel ini ke media sosial anda.

Bagikan: